stressed out with evita
relax time
WELCOME!
Before you start,
let me tell you what's going here
Go to Profile and get to know me.
See Entries then enjoy my writings.
Another sites of mine, find Linkage.
Click Others to read all old entries.
Enjoy :)

Best viewed with Chrome/Firefox.

Monday, February 8, 2010 @ 9:47 AM
Jodoh
Kali ini gue ingin membicarakan tentang jodoh. Bukan, bukan, gue nggak ngomongin masalah cowok atau apapun sejenis itu, tapi gue cuma pengen share mengenai jodoh gue dengan suatu benda.
Benda apakah itu? Ya, benda beruntung yang berjodoh dengan gue adalah... busa headset.

Menurut gue busa headset merupakan salah satu benda yang paling gampang hilang dan rusak, tapi sulit dicari penggantinya! Karena, untuk mendapatkan sepasang busa headset, kita harus membeli headsetnya dulu. Nggak ada toko yang jual busanya doang. Jadi busa headset adalah suatu benda langka.

Sekarang, gue sedang setia dengan headset dan busanya yang sudah tidak original lagi. Maksudnya, headsetnya bukan headset asli bawaan handphone gue dan busanya pun bukan busa asli bawaan si headset. Bingung? Jadi ceritanya, waktu itu headset asli gue rusak. Akhirnya gue pun memutuskan membeli headset baru. Tapi karena abalan, akhirnya si headset ini pun rusak. Gue yang tidak bisa hidup tanpa headset pun segera mengobrak-abrik kotak gadget di rumah dan gue pun menemukan sebuah headset yang masih bagus, tapi tidak punya busa. Ternyata, headset abalan gue busanya masih bagus. Jadilah gue memasangkan si busa dan headset 'boleh nemu' gue.

Karena sebenarnya nggak kompatibel, jadi si busa suka lepas-lepas dari headsetnya. Ajaibnya adalah gue selalu bisa menemukan si busa kalau dia tiba-tiba raib. Sebenernya gue emang sayang banget sama nih busa. Jadi selalu gue jagain baik-baik, nggak boleh hilang. Tapi ada beberapa kejadian yang membuat gue percaya kalau gue 'berjodoh' sama ini busa.

Kejadian pertama, adalah pas gue lagi di mobil dan buru-buru ngambil headset. Lalu si busa pun dengan indahnya terlepas. Pas mau make, gue panik. Dimana busanyaa? Akhirnya, gue langsung nyari-nyari dengan panik ke sela-sela kursi, karpet mobil, dan ke segala penjuru mobil. Akhirnya? Ya, si busa pun bisa ditemukan. Oh, dan kejadian seperti ini bukan hanya sekali, tapi berkali-kali, kadang-kadang juga kejadiannya pindah tempat jadi ke kamar gue.

Kejadian kedua, pas gue lagi di sekolah. Di sekolah headset gue suka jalan-jalan alias dipinjem-pinjem sama temen gue. Jadi sebenarnya headset gue sudah merasakan telinganya si A, si B, dan lain lain hahaha. Suatu kali ada seorang teman yang meminjam headset gue. Pas dia ngebalikin headsetnya gue mendapati busa headset gue hilang sebelah! Gue shock dan langsung nanya, "Mana busa gue? Kok ilang sebelah?!" Temen gue itu pun sepertinya kaget, dan dia bilang kalau dia nggak tau. Gue speechless, trus nanya dengan muka melas, "Beneran nggak tau? Terakhir lo taruh mana?" Temen gue itu langsung berwajah nggak enak, trus bilang, "Ntar gue liatin lagi deh Vi." Karena dia udah bilang begitu, gue nggak bisa ngomong lagi. Tapi gue udah panik banget. Ngeliat-liatin kolong meja berharap kalau busanya nyempil di situ. Karena gue nggak bisa menemukannya juga, akhirnya gue pasrah. Gue udah mau nangis waktu itu (yaya, emang gue cengeng kok) pas tiba-tiba temen gue itu dateng dan bilang, "Nih busanya Vi. Ternyata ada di dalam tas gue." Oh my God! Gue langsung berterima kasih saat itu juga dan mood gue langsung membaik sepanjang hari itu hahaha.

Kejadian ketiga, ini kejadian yang membuat gue semakin percaya kalau gue masih berjodoh sama busa kecil lucu ini. Waktu itu, gue mau pergi. Seperti biasa, headset gue bawa. Pas masuk mobil, gue baru nyadar kalau busa headset gue hilang sebelah. Gue pun panik. Gue cari-cari di mobil, tapi nggak ketemu. Akhirnya nyokap bilang, "Di kamar kali kak. Ntar aja pas pulang cari lagi." Karena gue udah pasrah, gue pun manggut-manggut dan berharap kalau busa itu ada di kamar. Tapi tetap aja hari gue gelisah. Gue pergi kira-kira 2 jam. Sampai rumah, gue langsung ngibrit ke kamar buat nyari si busa. Tapi... ternyata busa itu pun nggak ada di kamar! Gue udah bingung mau nyari dimana lagi, tempat kemungkinan ilangnya bisa banyak banget kan? Lalu nyokap pun menyarankan buat nyari di depan rumah, tempat mobil diparkir. Segera gue ke depan rumah, trus ngeliatin aspal nyari benda kecil itu. Hebatnya, gue masih bisa menemukan benda sekecil itu nangkring dengan enaknya di samping pagar! Setelah dua jam ditinggal, tergeletak di aspal, dia masih ada dan bisa ditemukan! Gue merasa sangat amazed sama busa ini.

Dari sini gue menyimpulkan bahwa, ternyata benar kalau memang masih jodoh, nggak bakal kemana ya. Selama kita masih mau usaha buat mencarinya, pasti bakal dipertemukan dengan 'relatif' mudah. Gue jadi mikir, kalau diibaratkan manusia, mungkin hubungan gue dengan busa ini seperti dua orang kekasih yang putus-nyambung-putus lagi, lama nggak ketemu trus ketemu lagi dan jatuh cinta lagi. Berarti, yang namanya perasaan maupun suatu hubungan itu tidak bisa diprediksi akan menjadi seperti apa, tinggal dijalankan dengan ikhlas, diusahakan, and let God do the rest.
Agree with me?

Have a nice day!

Labels: ,