Wednesday, October 14, 2009 @ 9:35 PM
What is The Meaning of Love?
Cinta. Kata-kata yang sering sekali kita ucapkan. Cinta ada berbagai macam rupa dan bentuk, Kita semua sudah tahu apa saja itu. Namun, yang aku maksudkan sekarang adalah cinta kepada seseorang. Seseorang yang menimbulkan ketertarikan pada diri kita. Yang menyeret pikiran kita untuk terus memikirkan 'orang itu'. Memikirkan dirinya. Membayangkan bagaimana jika dia bisa terus berada disamping kita. Merasakan sentuhannya. Mendengar tawanya. Memeluk lengannya. Mengobrol ringan sambil sesekali bercanda. Saat merasakannya dapat sangat menyenangkan, bisa sekaligus menyakitkan. Menyenangkan, bila semua itu bisa jadi nyata. Bila kita dan dia bisa saling berbagi rasa, perasaan, rindu, rasa sakit, tawa, canda, riang yang sama, saling melengkapi. Menyakitkan bila kita tahu, bahwa hanya kita yang merasakannya dan dia pergi dengan orang lain. Tapi, bila dia bahagia, mengapa tidak? Akan lebih menyakitkan bila, mengetahui bahwa perasaan itu 'sama' namun tidak bisa diwujudkan ke dalam kondisi yang nyata. Keberadaan itu hanya angan. Sentuhan yang berlalu begitu saja. Tawa yang tertahan. Lengan yang tak tergapai. Obrolan menyenangkan, tapi tak dalam.
'Dia' sudah ada di depan mata. Tapi kita bahkan tidak bisa menyentuhnya.
Lalu untuk apa perasaan ini ada? Hanya sebagai penghias sajakah? Datang begitu cepat, tapi sulit meninggalkan hati. Begitu sulit dilupakan. Menghantui di setiap keheningan. Membuat bobol pertahanan diri. Yang sudah susah payah dibentengi. Tetap saja, kita selalu ingin menghambur ke pelukannya, setiap melihat sosok 'dia'.
Hanya dalam angan. Sulit untuk terwujud. Sisanya, tinggal berusaha menahan perasaan.
Aku tidak menyesal. 'Mencintai' itu anugerah. 'Dicintai' merupakan anugerah yang lebih besar lagi. Aku, orang yang sulit mencintai, ternyata dapat menyukai seseorang. Aku, orang yang tidak tahu dimana daya tarikku, dapat dicintai seseorang. Meskipun 'cinta' itu mungkin tidak dapat terwujud, Aku tahu, bahwa 'cinta' itu ada. Dan kesempatan itu pasti akan datang.
Karena itu, Terima kasih, karena jadi orang yang kucintai. Terima kasih, karena mencintaiku.
Terima kasih.Labels: heart's voice, my view
|
profile
introduction
ME ?
Hi, I'm Evita. Love Singing. Hearts Music. Hmm, I don't know what to say, but keep read my blog and enjoy it. Although this blog is full
of my melancholic feelings, crazy thoughts, and stupid things, just come with me.
Laugh, cry, and relax.
EVITA
relax time.
stressed out with evita
|
Wednesday, October 14, 2009 @ 9:35 PM
What is The Meaning of Love?
Cinta. Kata-kata yang sering sekali kita ucapkan. Cinta ada berbagai macam rupa dan bentuk, Kita semua sudah tahu apa saja itu. Namun, yang aku maksudkan sekarang adalah cinta kepada seseorang. Seseorang yang menimbulkan ketertarikan pada diri kita. Yang menyeret pikiran kita untuk terus memikirkan 'orang itu'. Memikirkan dirinya. Membayangkan bagaimana jika dia bisa terus berada disamping kita. Merasakan sentuhannya. Mendengar tawanya. Memeluk lengannya. Mengobrol ringan sambil sesekali bercanda. Saat merasakannya dapat sangat menyenangkan, bisa sekaligus menyakitkan. Menyenangkan, bila semua itu bisa jadi nyata. Bila kita dan dia bisa saling berbagi rasa, perasaan, rindu, rasa sakit, tawa, canda, riang yang sama, saling melengkapi. Menyakitkan bila kita tahu, bahwa hanya kita yang merasakannya dan dia pergi dengan orang lain. Tapi, bila dia bahagia, mengapa tidak? Akan lebih menyakitkan bila, mengetahui bahwa perasaan itu 'sama' namun tidak bisa diwujudkan ke dalam kondisi yang nyata. Keberadaan itu hanya angan. Sentuhan yang berlalu begitu saja. Tawa yang tertahan. Lengan yang tak tergapai. Obrolan menyenangkan, tapi tak dalam.
'Dia' sudah ada di depan mata. Tapi kita bahkan tidak bisa menyentuhnya.
Lalu untuk apa perasaan ini ada? Hanya sebagai penghias sajakah? Datang begitu cepat, tapi sulit meninggalkan hati. Begitu sulit dilupakan. Menghantui di setiap keheningan. Membuat bobol pertahanan diri. Yang sudah susah payah dibentengi. Tetap saja, kita selalu ingin menghambur ke pelukannya, setiap melihat sosok 'dia'.
Hanya dalam angan. Sulit untuk terwujud. Sisanya, tinggal berusaha menahan perasaan.
Aku tidak menyesal. 'Mencintai' itu anugerah. 'Dicintai' merupakan anugerah yang lebih besar lagi. Aku, orang yang sulit mencintai, ternyata dapat menyukai seseorang. Aku, orang yang tidak tahu dimana daya tarikku, dapat dicintai seseorang. Meskipun 'cinta' itu mungkin tidak dapat terwujud, Aku tahu, bahwa 'cinta' itu ada. Dan kesempatan itu pasti akan datang.
Karena itu, Terima kasih, karena jadi orang yang kucintai. Terima kasih, karena mencintaiku.
Terima kasih.Labels: heart's voice, my view
|
|
|