stressed out with evita
relax time
WELCOME!
Before you start,
let me tell you what's going here
Go to Profile and get to know me.
See Entries then enjoy my writings.
Another sites of mine, find Linkage.
Click Others to read all old entries.
Enjoy :)

Best viewed with Chrome/Firefox.

Sunday, October 18, 2009 @ 8:36 PM
Setiap Detik yang Berlalu
Gue baru aja ngeliat-liat lagi isi inbox HP gue. Menurut gue, menyimpan sms-sms dari teman itu menyenangkan. Apalagi kalau ngebuka lagi sms yang udah lama, rasanya kayak ngebaca ulang cerita hidup gue waktu itu (beegh bahasanya).
Tapi yang kali ini agak beda. Gue baru aja ngebaca sms dari seseorang yang dulu dekat tapi sekarang tidak haha. Gue sadar, kalau sekarang gue emang ngerasa kinda lonely tanpa sms-sms dari dia. Kangen boo. Yang bikin tambah sebel adalah gue bahkan gak tau gimana caranya memperbaiki hubungan gue dengan dia. Yah, tapi bukan itu yang ingin gue omongin sekarang.
Gue cuma ngerasa, hari ini dan besok bisa begitu berbeda. Berbeda dalam arti, satu hari saja, dapat membuat perubahan yang begitu besar dalam hidup kita. Misalnya, kemarin gue masih dekat dengan temen gue itu, tapi hari ini udah beda. Gara-gara (mungkin) kesalahan bicara yang sedikit saja. Semua itu gue sadari pas membaca ulang semua sms dari teman gue itu. Gue juga nyadar, mungkin perubahan itu malah terjadi hanya dengan hitungan detik. Seperti gempa di Padang waktu itu, yang hanya sebentar namun dapat menghancurkan segalanya dan mengubah hidup sebagian besar orang. Dalam waktu beberapa detik, perubahan itu dapat terjadi. Setiap hembusan nafas kita, ternyata dapat membawa perubahan.
Gue cuma ngerasa miris aja. Kadangkala kita nggak menghargai waktu yang udah Tuhan berikan ke kita. Kita menganggap sepele setiap detik, yang terasa begitu sebentar. Padahal, detik-detik itulah yang membawa perubahan, membawa kita ke masa depan. Detik-detik itu tak dapat diputar ulang. Tapi gimana ya? Memang susah sih 'menghayati' bahkan 'menghargai' detik-detik itu karena mereka berlalu begitu cepat, bahkan sampai tidak terasa bahwa mereka 'ada'. Padahal bisa saja kan pada detik ini kita masih bernafas, detik berikutnya nafas itu sudah diambil? Begitu besar pengaruhnya terhadap hidup kita.
Lalu bagaimana? Mungkin kita memang harus lebih menghargai detik-detik itu. Jangan sia-siakan. Berbuat baiklah selagi sempat, bantulah yang menbutuhkan. Ungkapkanlah perasaanmu pada orang yang kau sayangi selagi ada waktu, selagi kau bisa melihat dan menyentuhnya. Manjakanlah dirimu, jangan terlalu membatasi diri. Kita juga ingin bahagia kan? Manfaatkanlah setiap detik itu untuk berbahagia. Ingatlah Tuhan di setiap detiknya, pada setiap hembusan nafasmu.
Aku memang bukan orang yang bisa dengan konsisten melakukan itu semua, apalagi aku bukan orang yang bisa jujur mengungkapkan perasaan. Aku juga orang yang sering menahan diri sampai terkadang malah membuat diri sendiri menderita. Aku juga bukan orang yang benar-benar rajin beribadah. But I'll try and do my best.
Aku sayang sesamaku, aku sayang diriku, dan aku sayang Tuhan. Aku tidak mau menyia-nyikan setiap waktu yang kupunya dan akan berusaha untuk memanfaatkan setiap detik yang ada dalam hidupku. Aku harap kamu juga :)

Labels: ,