Saturday, June 27, 2009 @ 9:56 PM
Today's Playlist
Kemarin gue mendengar kabar bahwa Michael Jackson meninggal. Pas denger kabar itu, kepala gue langsung kosong selama 3 detik, dan gue langsung speechless. Gue nggak nyangka, The King of Pop umurnya sependek itu. Cuma 51 tahun kalau nggak salah hitung. Sebenarnya, gue nggak begitu nyadar kalau gue itu suka sama lagu-lagunya Michael Jackson. Baru setelah denger kabar itu, dan setelah gue ngecek music player HP gue, baru sadar gue kalau ada satu album lebih lagu-lagunya Michael Jackson disitu! Mulai dari jamannya Jackson 5 sampai yang dianya udah tuwir. Gue suka banget sama lagu One Day in Your Life sama She's Out of My Life.
Pas pertama kali dengar lagu One Day in Your Life, gue kira yang nyanyi itu cewek! Sampai sang penyiar radio (waktu itu gue denger di radio) bilang kalau itu lagunya Michael Jackson. Trus, lagu She's Out of My Life pertama kali gue denger yang nyanyi itu Josh Groban. Dari awal denger, gue emang udah suka banget sama lagu itu. Tapi, setelah mendengar versinya Michael Jackson, gue langsung beralih. Menurut gue, versinya dia itu lebih 'dalem'. Meskipun dibagian terakhir suaranya agak goyang (adek gue ketawa denger bagian situ), tetep OK lah. Oh, dan gue tahu kenapa bagian situ suaranya goyang. Gue tahu ini pas denger Prambors. Katanya pas take lagu itu, Michael Jackson itu menangis. Ya, menangis sodara-sodara. Meskipun udah diulang beberapa kali, tetep aja ujung-ujungnya nangis. Gue langsung maklum. Wajarlah kalau lagunya terdengar begitu 'dalam', kalau dianya sampai nangis-nangis saking menghayati lagunya.
Gue juga suka lagu-lagu dia pas masih di Jackson 5. Gila tuh orang, masih cuilik juga suaranya udah mateng! Suaranya tuh bening, tajam, dan berpower banget. He is really talented. Lagu yang gue suka tuh Ben, The Love You Save, Rockin' Robin, ABC, I Want You Back, I'll be There, dan lain lain, dan lain lain! Bahkan lagu The Love You Save gue jadiin alarm yang setia membangunkan gue setiap jam empat pagi (makin nyadar kalau gue tuh sebenarnya suka banget sama lagu-lagunya dia).
Dia juga menuai banyak kontroversi yah. Memang sih kehidupan dia agak 'kacau'. Antara sebel dan kasihan juga ngedenger berita-berita tentang dia. Tapi, mengesampingkan semua itu, gue sangat menghargai talenta yang dia punya. Mulai dari suara sampai aksi panggung, nggak akan ada yang bakal bisa nyamain dia. Menurut gue dia itu takkan terganti (ceileh bahasanya).
Dua hari ini, kayaknya semua radio memutar lagu-lagunya Michael Jackson buat mengenang dia. Dan buat mengenang dia juga, hari ini playlist gue udah gue isi dengan lagu-lagunya dia. Gue makin nyadar kalau suaranya dia itu bagus banget, dan gue jadi sedih kalau denger lagunya dia lagi dan inget kalau dia udah nggak ada. Tapi gue suka lagunya, jadi gue tetep dengerin. Hehehe.
This post is tribute to Michael Jackson.
Pas pertama kali dengar lagu One Day in Your Life, gue kira yang nyanyi itu cewek! Sampai sang penyiar radio (waktu itu gue denger di radio) bilang kalau itu lagunya Michael Jackson. Trus, lagu She's Out of My Life pertama kali gue denger yang nyanyi itu Josh Groban. Dari awal denger, gue emang udah suka banget sama lagu itu. Tapi, setelah mendengar versinya Michael Jackson, gue langsung beralih. Menurut gue, versinya dia itu lebih 'dalem'. Meskipun dibagian terakhir suaranya agak goyang (adek gue ketawa denger bagian situ), tetep OK lah. Oh, dan gue tahu kenapa bagian situ suaranya goyang. Gue tahu ini pas denger Prambors. Katanya pas take lagu itu, Michael Jackson itu menangis. Ya, menangis sodara-sodara. Meskipun udah diulang beberapa kali, tetep aja ujung-ujungnya nangis. Gue langsung maklum. Wajarlah kalau lagunya terdengar begitu 'dalam', kalau dianya sampai nangis-nangis saking menghayati lagunya.
Gue juga suka lagu-lagu dia pas masih di Jackson 5. Gila tuh orang, masih cuilik juga suaranya udah mateng! Suaranya tuh bening, tajam, dan berpower banget. He is really talented. Lagu yang gue suka tuh Ben, The Love You Save, Rockin' Robin, ABC, I Want You Back, I'll be There, dan lain lain, dan lain lain! Bahkan lagu The Love You Save gue jadiin alarm yang setia membangunkan gue setiap jam empat pagi (makin nyadar kalau gue tuh sebenarnya suka banget sama lagu-lagunya dia).
Dia juga menuai banyak kontroversi yah. Memang sih kehidupan dia agak 'kacau'. Antara sebel dan kasihan juga ngedenger berita-berita tentang dia. Tapi, mengesampingkan semua itu, gue sangat menghargai talenta yang dia punya. Mulai dari suara sampai aksi panggung, nggak akan ada yang bakal bisa nyamain dia. Menurut gue dia itu takkan terganti (ceileh bahasanya).
Dua hari ini, kayaknya semua radio memutar lagu-lagunya Michael Jackson buat mengenang dia. Dan buat mengenang dia juga, hari ini playlist gue udah gue isi dengan lagu-lagunya dia. Gue makin nyadar kalau suaranya dia itu bagus banget, dan gue jadi sedih kalau denger lagunya dia lagi dan inget kalau dia udah nggak ada. Tapi gue suka lagunya, jadi gue tetep dengerin. Hehehe.
This post is tribute to Michael Jackson.
Labels: my view
Tuesday, June 23, 2009 @ 9:14 PM
Penuh!
Banyak banget kejadian akhir-akhir ini yang sebenernya menarik buat diceritain, tapi berhubung gue males (ahay) buka-buka blog, akhirnya semua kejadian itu ngumpul di otak gue penuh membludak, dan muncrat-muncrat nggak karuan. Hayo, tahu tidak maksudnyah? Maksudnya kejadian-kejadian yang masih gue ingat bakal gue ceritain dengan alur yang amburadul di post ini.
Ehem, jadi begini. Gue baru aja selesai les piano, dan guru gue bilang kalau minat gue di bidang perpianoan (halah) nggak sebesar minat adek gue. Dengan kata lain, adek gue jauh lebih sering latihan. Itu emang bener sih. Emang gue jarang latihan, but I do like piano! Jangan salah! Oke, yang itu gue bisa maklumin deh. Trus entah bagaimana caranya tiba-tiba pembicaraan itu--yang sebenarnya terjadi antara nyokap, guru piano, dan gue--merepet ke soal nyanyi menyanyi. Nah, guru piano gue bilang, wajar aja kalau gue nggak begitu minat ke piano, soalnya gue udah lebih lama konsen sama nyanyi. Sedangkan adek gue kan nggak nyanyi. Gue sependapat, soalnya gue emang sengaja belajar piano supaya gue bisa mengiringi diri sendiri saat lagi nyanyi. Tapi nyokap gue bilang, "Jangan salah lo, Bu. Adeknya si Evi suaranya lebih bagus. Cuma emang nggak pernah dilatih aja." Oh, damn! Dalem banget ya! Bahkan dalam bidang yang gue udah tekunin lama juga gue gak dianggap lebih bagus dari adek gue. Apaan sih! Emang, soal suara bagus atau nggak itu kan masalah selera, tapi ya nggak usah diomongin di depan muka gue juga dong! SEBEL. Kadang-kadang nyokap gue nih ngomong nggak tepat tempat dan waktunya. Oh ya, dan tolong ya buat semua orang tua yang punya anak lebih dari satu, jangan pernah membandingkan anak yang satu dengan yang lainnya, apalagi di depan muka anak itu sendiri. Meskipun anaknya udah gede kayak gue. Memang gue bisa memaklumi dan let it go, tapi tetep aja kan. It really hurts.
Hmm, yang lainnya. Hari ini gue baru buka-bukain profile facebook temen-temen lama gue dan ngeliatin foto-fotonya. Temen lama disini maksudnya temen yang dulu deket sama gue dan sekarang udah jarang banget ketemu. Entah kenapa, gue merasa jauh banget. Kayaknya gue dan mereka sudah hidup di dunia yang berbeda (aduh bahasanya). Dan gue yang dulu merasa mereka itu biasa-biasa aja, sekarang jadi agak beda. Ternyata, memang yang mendekatkan kita pada seseorang itu bukan cocok atau tidaknya, tapi intensitas bertemunya.
Lagi. Gue baru aja selesai melaksanakan suatu acara dalam sebuah kepanitiaan. Dan dalam acara tersebut gue bener-bener sakit hati dan merasa gak dihargai. Sekarang sih udah biasa aja. Tapi yang gue pengen tegaskan disini adalah, pas gue omongin hal ini saat evaluasi, seorang teman berkata, "Kalau gue dalam posisi lo, gue nggak akan sakit hati Vi." Hey, think first before you speak! Lo nggak bisa ngomong kayak gitu karena lo nggak pernah berada dalam posisi gue! Buat yang baca post ini, tolong dipikirkan dulu sebelum bilang, "Kalau gue jadi elo... , gue nggak akan..." ke seseorang. Lo nggak akan bisa memastikan apa yang akan lo perbuat kalau lo ada di posisi yang sama dengan orang itu. Mungkin lo bisa ngomong gitu sekarang, tapi kalau suatu saat lo yang mengalami? Who knows? Jangan sampai menjilat ludah sendiri deh.
My Sister. Dia tuh oon ya. Setiap kali gue buka komputer malem-malem dia selalu bilang, "Kak, jangan matiin komputernya ya, aku mau buka facebook.". Eh, pas gue selesai dia malah udah ngorok. Ngamuk lagi kalau gue bangunin. Dan dia melakukan hal ini berulang kali. Gue sampe bosen.
Star Trek. Keren. Banget.
Udah habis. Udah tumpah semua nih. Ahay! ^^
Ehem, jadi begini. Gue baru aja selesai les piano, dan guru gue bilang kalau minat gue di bidang perpianoan (halah) nggak sebesar minat adek gue. Dengan kata lain, adek gue jauh lebih sering latihan. Itu emang bener sih. Emang gue jarang latihan, but I do like piano! Jangan salah! Oke, yang itu gue bisa maklumin deh. Trus entah bagaimana caranya tiba-tiba pembicaraan itu--yang sebenarnya terjadi antara nyokap, guru piano, dan gue--merepet ke soal nyanyi menyanyi. Nah, guru piano gue bilang, wajar aja kalau gue nggak begitu minat ke piano, soalnya gue udah lebih lama konsen sama nyanyi. Sedangkan adek gue kan nggak nyanyi. Gue sependapat, soalnya gue emang sengaja belajar piano supaya gue bisa mengiringi diri sendiri saat lagi nyanyi. Tapi nyokap gue bilang, "Jangan salah lo, Bu. Adeknya si Evi suaranya lebih bagus. Cuma emang nggak pernah dilatih aja." Oh, damn! Dalem banget ya! Bahkan dalam bidang yang gue udah tekunin lama juga gue gak dianggap lebih bagus dari adek gue. Apaan sih! Emang, soal suara bagus atau nggak itu kan masalah selera, tapi ya nggak usah diomongin di depan muka gue juga dong! SEBEL. Kadang-kadang nyokap gue nih ngomong nggak tepat tempat dan waktunya. Oh ya, dan tolong ya buat semua orang tua yang punya anak lebih dari satu, jangan pernah membandingkan anak yang satu dengan yang lainnya, apalagi di depan muka anak itu sendiri. Meskipun anaknya udah gede kayak gue. Memang gue bisa memaklumi dan let it go, tapi tetep aja kan. It really hurts.
Hmm, yang lainnya. Hari ini gue baru buka-bukain profile facebook temen-temen lama gue dan ngeliatin foto-fotonya. Temen lama disini maksudnya temen yang dulu deket sama gue dan sekarang udah jarang banget ketemu. Entah kenapa, gue merasa jauh banget. Kayaknya gue dan mereka sudah hidup di dunia yang berbeda (aduh bahasanya). Dan gue yang dulu merasa mereka itu biasa-biasa aja, sekarang jadi agak beda. Ternyata, memang yang mendekatkan kita pada seseorang itu bukan cocok atau tidaknya, tapi intensitas bertemunya.
Lagi. Gue baru aja selesai melaksanakan suatu acara dalam sebuah kepanitiaan. Dan dalam acara tersebut gue bener-bener sakit hati dan merasa gak dihargai. Sekarang sih udah biasa aja. Tapi yang gue pengen tegaskan disini adalah, pas gue omongin hal ini saat evaluasi, seorang teman berkata, "Kalau gue dalam posisi lo, gue nggak akan sakit hati Vi." Hey, think first before you speak! Lo nggak bisa ngomong kayak gitu karena lo nggak pernah berada dalam posisi gue! Buat yang baca post ini, tolong dipikirkan dulu sebelum bilang, "Kalau gue jadi elo... , gue nggak akan..." ke seseorang. Lo nggak akan bisa memastikan apa yang akan lo perbuat kalau lo ada di posisi yang sama dengan orang itu. Mungkin lo bisa ngomong gitu sekarang, tapi kalau suatu saat lo yang mengalami? Who knows? Jangan sampai menjilat ludah sendiri deh.
My Sister. Dia tuh oon ya. Setiap kali gue buka komputer malem-malem dia selalu bilang, "Kak, jangan matiin komputernya ya, aku mau buka facebook.". Eh, pas gue selesai dia malah udah ngorok. Ngamuk lagi kalau gue bangunin. Dan dia melakukan hal ini berulang kali. Gue sampe bosen.
Star Trek. Keren. Banget.
Udah habis. Udah tumpah semua nih. Ahay! ^^
Labels: heart's voice










