Monday, April 6, 2009 @ 7:58 AM
Kebodohan, Memalukan
Kejadian bodoh ini terjadi pas gue sama Priscil lagi jalan-jalan di Poins Square. Sebenarnya bukan jalan-jalan sih, tapi nungguin bokap gue yang emang mau ngejemput. Hmm, hari itu, emang kayaknya gue sama Priscil lagi superdupersangat error. Sebelum itu, kita berkali-kali nyaris ketabrak mobil atau motor pas lagi nyebrang. Untung masih selamat sampai Poins (God Bless Us!). Tapi, bukan itu intinya. Semua ke-error-an itu mencapai puncaknya pas gue ditelpon bokap gue. Bokap gue bilang dia udah nyampe, jadi kita disuruh naik ke lantai satu. Sambil menelepon, gue sama Priscil buru-buru naik eskalator. Namun, keanehan pun terjadi. Gue sambil nelpon bokap gue mencoba naik ke eskalator. Tapi, entah kenapa gue nggak seimbang, kayak mau jatuh gitu. Udah gitu, gue malah nggak naik. Dengan bodohnya, gue nyoba naik lagi dan gagal lagi. Priscil masih disebelah gue dan kelihatan berpikir keras. Sampai akhirnya dia teriak, "Vi! Itu kan eskalator turun!". Aduhhh, malunya! Mana diliatin mbak-mbak yang jualan DVD lagi! Sampai sekarang, kejadian itu masih sering diungkit-ungkit sama Priscil. OMG.Labels: errornisme, unexpected
|
profile
introduction
ME ?
Hi, I'm Evita. Love Singing. Hearts Music. Hmm, I don't know what to say, but keep read my blog and enjoy it. Although this blog is full
of my melancholic feelings, crazy thoughts, and stupid things, just come with me.
Laugh, cry, and relax.
EVITA
relax time.
stressed out with evita
|
Monday, April 6, 2009 @ 7:58 AM
Kebodohan, Memalukan
Kejadian bodoh ini terjadi pas gue sama Priscil lagi jalan-jalan di Poins Square. Sebenarnya bukan jalan-jalan sih, tapi nungguin bokap gue yang emang mau ngejemput. Hmm, hari itu, emang kayaknya gue sama Priscil lagi superdupersangat error. Sebelum itu, kita berkali-kali nyaris ketabrak mobil atau motor pas lagi nyebrang. Untung masih selamat sampai Poins (God Bless Us!). Tapi, bukan itu intinya. Semua ke-error-an itu mencapai puncaknya pas gue ditelpon bokap gue. Bokap gue bilang dia udah nyampe, jadi kita disuruh naik ke lantai satu. Sambil menelepon, gue sama Priscil buru-buru naik eskalator. Namun, keanehan pun terjadi. Gue sambil nelpon bokap gue mencoba naik ke eskalator. Tapi, entah kenapa gue nggak seimbang, kayak mau jatuh gitu. Udah gitu, gue malah nggak naik. Dengan bodohnya, gue nyoba naik lagi dan gagal lagi. Priscil masih disebelah gue dan kelihatan berpikir keras. Sampai akhirnya dia teriak, "Vi! Itu kan eskalator turun!". Aduhhh, malunya! Mana diliatin mbak-mbak yang jualan DVD lagi! Sampai sekarang, kejadian itu masih sering diungkit-ungkit sama Priscil. OMG.Labels: errornisme, unexpected
|
|
|